Ketidakseimbangan 

Jika Tuhan selalu memberikan apa yang kamu inginkan, maka di dunia akan terjadi ketidakseimbangan. Tuhan memberi apa yang kamu butuhkan. Seperti penderitaanku dibutuhkan untuk membuat para pengejekku tertawa dan bahagia. Tuhan tidak memberikan aku tangis, sebab jika aku menangis siapa yang menjadi sandarannya? Lalu di dunia terjadilah ketidakseimbangan. Setelah menyadari betapa besar peranku untuk keseimbangan dunia, tidak lagi aku mengutuki kesialan yang menimpa di sepanjang hidup ini.

Selamat ber-Ahad pagi. Haha LOL

*Serious Jokey


Segala Diam

Kekasih, ijinkan aku mengartikan segala diam. Sebab di kala hening seperti ini, aku bisa mendengar suara yang paling samar. Terlebih untuk keheningan yang ada malam ini… berhias bunyi titik hujan. Suara yang paling gdauh dalam diriku pun seketika tertenangkan. Sebab ritme-ritme yang beraturan itu mampu mengubah pola-pola rumitku menjadi harmoni.

Kekasih, ijinkan aku mengartikan segala diam. Sebab saat ini aku sedang dalam kondisi yang paling aman. Dengan jernih, lihai menulis syair kehidupan, menulis laguku sendiri tentang saat ini.

Dengarkan baik-baik, Kekasih! Segala diam yang kamu curahkan untukku, sungguh mampu meruntuhkan langit tempatku bernaung. Engkau pasti tahu kekasihku, apa yang terjadi ketika atap langit runtuh : Hujanberjatuhan, berlomba-lomba menggempur bumi.

Seperti saat hebat badai menghambat langkah-langkah kakiku tuk berpaling. Hati ini bernyanyi. Hati ini bernyanyi, men-dendang-kan lagu hening. Hati ini bernyanyi pada nada-nada minor, mengungkap segala diam.

Ketika diam berubah menjadi lagu, setiap nadanya mengurai bahasa. Setiap lekuk suara, membangkitkan getar pola, mengurai rumit menjadi sederhana. Bahwa diam adalah cara cinta berbicara menunjuk pada kedekatan emosi, menunjuk pada kedekatan hati.

Kekasih, sungguh kita tak kan jauh. Tak kan mampu kita berpaling. Setiap lara yang telah merasuk kedalam jiwa akan menjadi luka yang kelak kita akan menertawakannya.

Saya Keheningan.
Tak ingin terbangun sendiri di tempat ini.