Tak Pernah Kehabisan Ironi

Dunia ini sudah benar-benar gila kali ya. Kenapa jadi terbolak balik dan menyebalkan begini? Sungguh sangat menyebalkan! Orang yang paling menyebalkan adalah mereka yang membuat kita menunggu padahal mereka (orang yang kita tunggu) adalah yang paling membutuhkan kita, yang membuat janji, mengundang, meminta dilayani, meminta pertolongan dengan wajah paling memelas. Sungguh aku tak pernah kehabisan…

“Orang yang paling mendzalimi dirinya adalah orang yang merendahkan dirinya kepada orang yang tidak menghargainya, orang yang mengharapkan cinta seseorang yang tidak bermanfaat untuknya, dan orang yang menerima pujian dari orang yang tidak mengenalnya.” ~ Muhammad bin Idris Asy-Syafii, dinukil dari Manaqib Imam Syafii oleh Imam Fakhruddin ar-Razi

“Barang siapa tetap berakhlak baik ketika kecewa, ia adalah orang yang berakhlak baik.” ~ Imam Abu Hamid Muhammad bin Ahmad Al Ghozali

Ya ayyuhannas. Wahai sekalian manusia! Ngopilah dengan sebenar-benar ngopi, yaitu ngopilah dengan cara yang paling kau senangi, dan janganlah merendahkan cara ngopi seseorang di antara kamu.

Cinta harus sederhana, yang boleh komplek atau rumit adalah definisinya. A.R

Puisi; bukan susunan kata-katanya. Bukan tentang maknanya. Adalah detak jiwanya. Napas yang berhembus di dalamnya. Hal yang hidup bersamanya.

Di dunia ini, jikalau pun hanya satu yang bisa kuhibur, akan ku hibur dia. Ai A.R

Sayangnya aku justru sedih ketika melihatmu tertawa. Semakin keras tawamu, semakin jelas bagiku, betapa rapuhnya dirimu. Tak perlu tanya pada rumput bergoyang, ku tahu hatimu menangis. Tak dapat kau pungkiri lagi, tak dapat kau sembunyikan itu dariku. Kamu… Sungguh menyedihkan.

Jika aku bisa menangis karena berlumur dosa, maka tak akan berhenti tangisku itu, Kekasih. Dan bila aku tak akan menangis akan dosa-dosa yang kualami, maka sungguh bebal hati itu. Andai seribu do’a meleburkan seribu dosa, tak akan sesedih ini, Kekasih, hidup yang kujalani.

Malam-malam yang kulalui tanpamu, sempurnakan gelap detak jiwa yang kian terlelap.