Lemme zhine fo’ yeh, once fo’ zhe last ‘ime. Just pleaze lookin’ to my eyez. There’s a sparklin’ staa that haz to go fades. Yeh shall see it, when it comez to the end of its life. Here in zhe night, when zhe zweet words can’t ewen helpit to hold any longer. When silence and nozhingnezz even have no space to cover. All juzt waiting fo’ second to itz death.

Kemana Kucari Lagi

Kemana kucari lagi, cintaku yang dulu selalu bersenandung dalam puisi. Lelah rasanya, bertahan tanpa menorehkan jejak pena. Letihku bukan karena jiwa terkuras oleh semangat dulu. Letihku seolah tak bisa hidup tanpa mencumbu getar hati karenamu.

Kemana ku curi lagi, hatimu yang buat riuh damaiku. Gelombang pasang dari cinta yang menerjang, selalu membuatku siap berperang.

Kemana syair lirihku, yang dulu tertulis karena dirimu. Ya dirimu satu, nuansa-nuansa ilhamku. Dirimu pelangi dan mentariku, bintang putih pada malam gelapku.

Kemana mencoba lempar getaran jiwa. Hatiku hambar merasa, bagaikan padang semak belukar, tanpa bunga, tanpa rumput, tanpa angin segar.

Kemana menari pena liarku. Dulu pernah ciptakan kenangan indah. Saat menatap tenggelam mentari, kala kita berdua di danau itu. Ya hanya kita berdua.

Saya, Andy Riyan… Mencarimu.

Masih Belum Berjumpa

Sebenarnya ada banyak draft yang harus aku kerjain dan di update disini, banyak potongan cerita sore dan cerita berlanjutnya yang belum selesai. Masih tersimpan di hard drive dan potongan kertas. Belum sempet ngedit, apalagi publish. Sekarang posting ini dulu aja.

Itu juga sebenarnya draft tadi malam. Saya gak tahu mengapa saya menulis seperti itu, yang pasti.

Kenapa juga saya perlu mempublish ini? karena saya pikir tidak perlu di edit. Ini yang terlintas dalam kepalaku, saat itu.

Dalam 6 tahun ini mereka telah berubah di luar sana, sementara aku di sini masih sama dan belum menjadi siapa-siapa. Rasanya seperti mimpi, telah jauh aku berkelana, namun ketika tersadar, aku terbangun masih di tempat terakhir kali memejamkan mata. Akan kudatangi mereka, memori-memori lama yang semula kurencanakan untuk menguburnya dalam-dalam. Akan kuatur waktuku karena ini sedemikian menyakitkan: ternyata mereka merindukan aku.