Minta Sarannya Dong: Alasan Untuk Menghapus Akun Instagram

instagram

Suasana hatiku sedang baik-baik saja. Aku menjalani hari-hariku dengan normal. Stabil. Dan bahkan kalau boleh bilang, ini adalah sebuah rekor bagi saya. Rekor stabil berturut-turut yang pernah saya ingat. Aku tidak tahu pasti sudah berapa lama kstabilan ini saya rasakan: saya kira (mungkin) hampir dua tahun.

Saya menandai, kalau tidak salah awal mula yang mendorong saya cenderung stabil adalah ketika membaca sebuah Hadits di kitab Al Umm, buku induk karya Muhammad Bin Idris As-Syafii. Hadits tentang apakah itu? Aku tidak akan menceritakan di sini tentunya ya.

Jadi kenapa menceritakan kstabilan ini hanya sebagai prolog kalau tidak mau menceritakannya?

Begini… aku tidak punya masalah apa-apa, baik itu psikis ataupun psikologis, tetapi aku tidak tahu alasannya, mengapa terbesit di benak saya untuk menghapus akun Instagram. Sampai detik ini ketika tulisan ini ditulis, aku masih belum menghapus akun itu. Aku butuh lebih banyak alasan mengapa aku akan menghapus akun Instagram. Masalahnya tidak cuma kali ini, bisikan untuk menghapus medsos yang sekarang sedang paling populer itu muncul. Berkali-kali terbesit di benakku untuk segera menghapusnya.

Aku hanya ingin menegaskan kepada diriku sendiri, di sini, di tempat saya meninggalkan jejak untuk dibaca di masa depan, bahwa aku tidak sedang sangat emosional ketika mempertimbangkan untuk menghapus akun Instagram. Suasana hatiku sangat stabil dan baik-baik saja. Tidak punya masalah dengan satu orang pun. Tidak punya sentimen apa pun. Sangat stabil.

Begini saja, Ndi…

Kalau kamu tidak tahu alasan mengapa terbesit di benakmu untuk menghapus akun Instagram, sekarang di balik saja: “Apa alasan kamu tidak atau belum menghapus akun Instagram bodohmu itu, bahkan, maaf, cenderung mempertahankannya meskipun tanpa alasan yang tidak jelas?”

Aaaaaah ya. Dulu ketika pertama kali terbesit di benak ku untuk menghapusnya, namun tidak aku lakukan dan masih mempertahankannya karena aku ingin membangun sebuah brand. Atau berjaga-jaga kalau aku bisa membuat suatu karya, aku bisa mempromosikan lewat akun itu. Ah tapi sampai hari ini… ternyata aku belum punya satu karya pun. Ha ha ha! Jadi akun itu masih hidup. Hidup segan mati tak mau.

Cuma itu alasannya?

Ya. Cuma itu, tidak salah lagi.

Bagaimana dengan akun lain, Facebook misalnya?

Aku tidak pernah menggunakannya lagi sejak akhir tahun 2016 kalau tidak salah. Tetapi aku belum menghapusnya, karena masih banyak tulisan saya di status dan catatan yang belum di salin.

Nah di Instagram, apakah ada sesuatu, semacam tulisan atau apapun yang masih dipertahankan dan ingin dikenang suatu hari nanti?

Tidak ada.

Oh! Kalau Twitter?

Sama sekali tidak punya alasan mengapa aku harus menghapusnya.

Kenapa?

Karena ia, bagiku, seperti alat untuk branstorming. Memudahkan saya untuk mengeluarkan ide yang berkecamuk dalam pikiran. Aku bisa menumpahkan memperoleh ide untuk freewriting dan bacaan mendalam lewat bookmark dan link-link yang bertebaran di sana. Dan asiknya, banyak link yang bermanfaat dan bermutu.

Lho di Instagram, menurutmu tidak bermutu dan tidak bisa memunculkan ide untukumu?

Bagaimana ya… seringnya sih tidak. Aku suka sama Instagram cuma untuk lihat gambar-gambar para samurai. Jurus-jurus di seni pedang itu.

Atau jangan-jangan kamu mempertahankanny karena itu?

Enggak sih, sepertinya aku masih bisa menemukannya di tempat lain. Tetapi aku belum mencarinya saja sih.

Jadi bagaimana masih ragu, belum mantap untuk menghapus akun Instagram?

Aku masih mempertimbangkannya.

Oke sekian dari saya, untuk tulisan hari ini ya temen-temen. Kalau temen-temen punya pengalaman dan punya saran yang cukup beralasan mengapa harus menghapus akun Instagram komen di bawah ya, komentarnya tentu akan berarti untuk saya. Terima kasih saya Andy Riyan dan sampai jumpa.

13 Comments Add yours

  1. Aq jg pnya akun ig, tp blm tak isi post. Mgkn suatu saat akan berguna, shg tdk aq hpus akun tsb 😁

    Like

    1. jejakandi says:

      Terima kasih sudah mampir. Terus IG-nya dipakai buat apa?

      Like

  2. annisa maudy says:

    Sekadar saran, sih.

    Bisa kok posting foto yang berisi kata-kata ke Instagram (atau main di Instagram Story), seperti milik Alvi Syahrin contohnya. Tinggal menyesuaikan dengan diri sendiri aja mau model yang kayak gimana.

    Atau nggak, ya posting foto dan bermain dengan caption.

    Selamat mencoba, ya!

    Like

    1. jejakandi says:

      Terima kasih sarannya. Terima kasih sudah mampir, Ya.

      Liked by 1 person

  3. Grant Gloria says:

    Aku hapus akun instagram pas putus sama mantan. Tapi sesudah itu bikin akun baru lagi. Buka lembaran baru. Wkwkwk.

    Like

    1. jejakandi says:

      Wkwkwkwk padahal cuma mantan loh ya. 😁 Kok lucu, bikin lagi itu lho…

      Tanya dong, kenapa bikin lagi? Ada sesuatu yang belum bisa ditinggalkan, mungkin?

      Like

      1. Grant Gloria says:

        Bikin lagi karena belom bisa meninggalkan kebiasaan update foto. Masih pengen eksis istilahnya. Hahaha.

        Eh, tapi aku mikir juga setelah baca postingan mas. Kenapa harus ada akun instagram? Padahal kalau lihat2 postingan foto-foto orang (terutama yg jalan2, makan2, hepi2), seringnya ada perasaan ‘kapan aku bisa kayak itu’. Atau kalau lihat foto selfie dgn gaya aneh, pasti mikir ‘duh, ini orang apaanlah.’

        Jadi mikir, kok punya ig bukannya banyak hal baik, malah yg negatifnya lebih banyak. Pengen tutup akun aja rasanya.

        *lha ini malah aku yg curhat 😅

        Like

      2. jejakandi says:

        Haha pengen eksis! 😁

        Aku gak mencoba mempengaruhi pembaca lho. Jadi kenapa kok malah jadi mikir heuheuheu. Sebentar lagi hampir bulat untuk menghapus akun IG.

        Jadi menurut Mbak Grant. Banyak negatifnya? Oke… semakin dekat hehe he

        Curcol… 😁😁😁

        Like

      3. Grant Gloria says:

        Iya. Makanya aku pikir kalo nggak mau hapus ig-nya jangan sering-sering buka. Buka ig buat nyari info, kalo lagi pengen aja.

        Like

      4. jejakandi says:

        Sering-seringlah buka, biar cepet bosen lalu tutup 😁🤣

        Like

  4. indahlestari98 says:

    Menghapus ig berkali-kali dan menginstal ulang berkali2 karena alasan yang sama.
    Menghapus ig karena bikin gagal fokus setiap bukak hp, yang awalnya mau buka wa doang eh malah nyimpang, nyimpangnya unfaedah banget karena ngeliatin feed ig yang wasting waktu berlebihan.
    Menginstal ulang karena penasaran ada dm yang masuk atau nggk:(

    Like

    1. jejakandi says:

      Nah ini yang gak baik. Awalnya cuma mau buka WA malah jadi buka IG karena bingung musti ngapain pas buka hape. Nah semakin deket buat hapus IG. Apalagi sampai bikin gagal fokus.

      Dan menginstal ulang karena penasaran ada dm atau enggak? Hahaha kok gimana gitu ya? Kalau aku aku coba kontak mereka satu-satu dan lagi pamitan barangkali aku mau hapus IG. Yang belum sempat tukeran nomor biar tetep jaga silaturahmi.

      Jadi kesimpulanku, Mbaknya belum menghapus IG baru cuma unistall, apakah begitu, Mbak? Atau aku salah?

      Like

Katakan sesuatu/ Say something

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.