Jurnal Pagi: Kembali Normal? Tak Ada Jalan Pintasnya

Tidak ada jalan pintas ataupun jalur cepat untuk kembali normal. Yang aku alami, lari pagi dan mengisi jurnal pagi di jejakandi setiap hari bukanlah suatu hal yang normal, ia adalah sesuatu yang begitu baru pada lima tahun terakhir ini. Seseorang bertanya padaku, “Bagaimana caranya agar bisa menulis setiap hari?” Aku pun berpikir keras untuk menjawabnya,…

Sebuah Prosa: Perihal Kabarku

Jalan-jalan telah begitu sepi. Tempat-tempat yang dulu sering kudatangi bagaikan telah menjadi kota mati. Blok-blok toko tempat menjajakan berbagai onderdil bekas telah kosong. Pintu-pintunya telah bolong. Di banyak tempat hanya tinggal kusen-kusennya saja. Dinding-dinding penuh dengan bekas tempelan-tempelan kertas yang terkelupas. Tembok-temboknya telah memucat, warnanya memudar termakan usia; rapuh oleh panas matahari dan hujan. Atap-atap…

Napas Jiwa

Jika benar apa yang kudengar, ia adalah kecipak suara-suara yang surgawi. Di denyut nadi-nadi, sungai-sungai di bawah kaki; mengalir, melekuk, mengalun, menembus sampai batas kesadaranku. Aku terjaga sepenuhnya sungai-sungai surgawi itu, kudengar, mendesir indah menghanyutkan jiwa. Serupa dengan nyanyian rumput oleh gesekan lembut; desau angin yang mendesah; Seruling bambu melengking di bukit-bukit tinggi. Menukik jatuh…