Liarnya Hawa Nafsu

Andai kutahu, tiada aku memuliakannya.
Rapatlah kusembunyikan darinya, rahasia milikku.

Siapa penolongku, mengendalikan liarnya hawa nafsu?
Seperti kuda yang terkendali dengan tali kekang?

Jangan berharap, dengan maksiat, hawa nafsu terpuaskan.
Karena makanan akan membakar nafsu si rakus.

Nafsu laksana bayi.
Jika kau biarkan, teruslah ia membesar dalam susuan.
Jika kau sapih, ia pun berhenti.


*ini adalah sebuah syair yang saya ambil dari Syair Al-Burdah karya Imam Zainal Abidin Ja’far bin Hasan al-Barzanji al-Madani.

dulu ketika kami masih kanak-kanak sekitar usia 8 atau 9, kami, saban malam selasa, terbiasa mendendangkan syair ini dengan deklamasi dan intonasi nada-nada puisi. Sungguh itu adalah kenangan yang indah, cara terjitu untuk mencintai Rosulullah. Sejak saat itu aku kagum dan mulai menyintai puisi dan syair-syair.

Setelah hampir 2 dekade berlalu, saya kembali menghayati syair-syair karya Imam Al Barzanji ini. Dan rasanya memang berbeda. Semakin mendalam dan semakin jauh menembus lapisan ingatan. Ingin rasanya aku menangis karena kerinduan. Atau mungkin karena kerinduanku yang begitu dalam, aku kembali dipertemukan dengan syair-syair ini? Tidak tahu, tapi aku percaya tidak ada yang kebetulan.

Kredit gambar : Kuda Liar

Katakan sesuatu/ Say something

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.