Jurnal 2021: Menjalani Mimpi

Halo Amigos! Senang bisa berjumpa lagi dengan kamu semunya. Dan meskipun aku tidak mengerti apa bedanya, ijinkanlah aku mengucapkan “Selamat Tahun Baru”, semoga di tahun 2021 hal-hal baik selalu mengiringi langkah-langkahmu dan semoga Tuhan senantiasa memberkahi hal-hal yang ingin kamu lakukan. Well, terima kasih kuucapkan karena sudah menanyakan kabarku. Dan beginilah kabarku saat ini… sebagaimana…

Senandung Di Tengah Badai

Di bawah derai hujan, di tengah sulitnya udara untuk bernafas karena beban oleh liku-liku kehidupan, Rahman bersimpuh di atas kaki-kakinya yang lelah. Matanya yang dulu berbinar seelok fajar tampak sayu memandangi langit yang kian kelabu. Hatinya yang dulu tabah kini goyah seperti hilang arah. Karena cinta hasratnya dulu begitu bergelora dan jiwanya pun penuh cahaya….

[Detak Jiwa] Ku Mencarimu

Ku mencarimu, Kekasih. Bintang di segala malam, mentari di segala musim hujan di segala cuaca hangat di segala suasana mencari untuk temani meniti jalan gelap ini Jalan gelap hidup, penuh bahaya dan penuh berduri. Ancaman kematiaan setiap saat kehancuran yang mengintai begitu dekat. Telah kupilih dan memang aku yang memilih. Telah kudengar betapa berbahayanya. Kegelapan…

Terkalahkan

Ladang dari sawah padi yang luas, tampak menghitam kini di hari yang senyap, di pagi hari yang buta. Daun-daun nan gelap itu bergoyang-goyang tertimpa hujan yang datang bertubi-tubi—seperti dirimu kasih—selalu hadir membawa rindu. Dan seperti hujan itu pula, rindunya, mengendap indah di dasar hati, genangi ladang (cinta) itu. Segelas besar lemon tea panas melegakan tenggorokanku…

Sebuah Prosa : Sayap Sang Waktu

“Jatuh cinta padanya? Oh tidak!” katamu pada sahabatku ketika kau ditanya perihal tentangku. Sahabatku itu pun melanjutkannya, menirukan kata-katamu, lengkap dengan ekspresi marah dan semua gerak tubuhmu : “Perlu hati yang telah hancur berkeping-keping, untuk dapat jatuh cinta padanya, perlu tangis yang telah habis untuk dapat memahaminya, perlu ruangan yang telah meledak dalam semestaku agar…

Di Ujung Pagi

Di relung harapku, aku menanti di sisa hujan yang hanya gerimis kini Aku masih saja menanti di antara malam-malam yang lagi tak berseri aku masih menanti hingga di ujung pagi mendung masih saja menggantung dan harapku pun menjadi dingin lagi. ©Andi Andi Lumut December, 23rd 2017

Di Balik Jendela

Matahari baru saja tenggelam. Namun, langit sudah gelap sama sekali. Sulit untuk mengatakan akankah nanti langit ini akan bertaburan bintang. Sebab, mendung ini begitu tebal. Sulit unjtuk mengatakannya akankah seandainya nanti mendung ini berlalu maka akan muncul bulan purnama, sulit untuk mengatakannya jika tak membuka kalender penanggalan Qomariah. Dan Ai tidak ingin repot-repot untuk memastikannya….

Hujan Dan Segala Rasa

Hujan merinai-rinai sejak alarm berbunyi dini hari tadi, sebuah alarm kehidupan ketika mimpi-mimpi sedang berganti. Maka kau pun terjaga—mengikuti ritme buah kesadaran yang terlatih—di hari ketika biasanya malam sedang dalam puncak gulita dan bertaburan segala gemintang di langit yang dipandang dari jendela. Jendela yang sengaja dibiarkan tak bertirai itu menjadi batas antara alam mimpi dan…

Teh Pahit Tanpa Gula 

Teh yang terasa pahit ini adalah rasa getir dari sebuah perasaan dan tanggungjawab sesekali menusuk dan menegurku tentang rasa yang sama padamu. Tak ada lagi yang bisa kulakukan untukmu, Kasih. Hujan yang terjatuh dari langit adalah pertanda bahwa musim telah berganti, padahal bunga-bunga yang kita taburkan telah gugur bahkan sebelum bersemi. Jiwa ini adalah kosong,…