Melankoli Cinta Segitiga

Aku tak pernah melihat seseorang dengan raut muka yang lebih sedih dari seorang yang kutemui di suatu senja, di salah satu gerbong kereta api, dalam sebuah perjalanan antara Malang-Jogja. Perempuan yang kutemukan duduk menghadap diriku di sisi jendela itu terlihat begitu pucat dengan sinar mata yang redup. Aku tak ingat di mana perempuan yang berpakaian…

Tentang 2020, Buku dan Aku

Sebelum menuliskan tulisan yang sekarang hadir di hadapan kamu ini—dengan judul yang sama— aku, bukannya menulis sesuatu yang gembira dan menyenangkan sebagaimana yang kuharapkan, malahan menulis jurnal yang isinya seperti orang depresi. Bajirut tenan kok. Memang menulis, kalau terus menerus mengikuti suasana hati, bergantung pada pola yang muncul… kadang bikin malu diri sendiri saja. Tetapi…

Duel Seorang Pria Paruh Baya vs Kolonel Yang Berkharisma

Kami merasa sangat bahagia di sepanjang musim penghujan itu. Bagaikan sebuah simponi yang ditulis dengan megah, ketika bunyi derai hujan menghentak atap rumah diringi dengan suara hempasan yang jatuh menghantam bebatuan berwarna hitam serupa mutu manikam yang tertanam di teras-teras rumah. Sesekali deru angin mengisi pada bagian solo yang kosong dan panjang. Saat waktu minum…

[Cerpen] Naifnya Cinta

Pagi itu aku melihatnya sedang menyapu daun-daun mangga yang berserakan di halaman rumahnya ketika aku dan Kliwon tiba. Terakhir kali aku mampir ke rumah itu tiga tahun yang lalu, dan suasananya masih sama, sejuk. Ia tak meyadari kedatanganku sampai aku dan Kliwon mengetuk-ketuk teralis besi pagar rumah dengan arsitektur modern itu. Ia menoleh ke arah…

Cerpen: Zakiyah dan Maulid Diba

Asy raqol badru alaina… Terbitlah purnama di atas kita. Fakhtafat minhul buduru… Tertutuplah karenanya, purnama-purnama. Misla husnik ma ra aina… Keelokan sepertimu, tiada kami pernah melihatnya. Qottu ya wajha as sururi… Wahai engkau, si paras berseri. Anta syamsun… engkaulah mentari. Anta badrun… engkaulah purnama. Anta nuurun… engkaulah cahaya. Fauqo nuri… di atas cahaya. Anta Iksiru…

Susahnya Menulis Cerpen dan Novel

Setiap orang punya kesulitan. Kesulitan bagi setiap orang berbeda-beda. Bisa saja apa yang orang lain rasa sebagai sulit—bahkan sangat sulit—bagi kamu ternyata hal yang sangat mudah. “Bro, PDP ini kenapa sangat sulit dipecahkan sih?” kata mereka “Aku juga gak tahu, Bro. Jangankan yang parsial, yang ordinary saja kadang gak masuk akal.” Jawabku. “Alajabar ini makanan…

Screen Play : Diari Depresi

Kami menyimpulkan, ada gejala depresi ringan yang sedang kamu alami. Tapi tenang saja. Itu bukan masalah yang serius. Itu normal. Baiklah sudah cukup. Kami akan melihat perkembangannya minggu depan, jadi pastikan kamu datang lagi ke sini, OK? ILHAM YOGYAKARTA, DESEMBER 2011. KAMAR KOS AI Hari ini aku bertemu Mas Ilham. Aku mengunjunginya, memenuhi janji untuk…

Screenplay 1 : Bunga Lily

TAMAN BALAI KOTA PEREMPUAN GEMUK : Gak papa sudah kering, boleh aku menerimanya, sekarang? Laki-laki kurus menatapnya dengan pandangan bertanya-tanya. Perempuan gemuk itu pun tersenyum. (Satu bulan sebelumnya) DI SEBUAH KAMAR KOS MAHASISWA Seorang laki-laki kurus masih mengenakan jaket denim dan kemeja biru, terkapar di kamarnya. Wajahnya pucat masai. Tubuhnya terlihat tak berdaya. Ia terpejam…

Cantiknya Mubazir

“Berjalanlah kamu di atas jalanmu sendiri, begitupun aku, akan berjalan di atas jalanku sendiri.. Tuhan Mahatau.. kita kan sejalan lagi nanti.” Keheningan tidak mampu mengusai keadaan, meskipun malam telah jatuh pada titik kesunyiannya. Udara juga tidak menjadi dingin walau angin telah berhembus membawa kabut-kabut malam yang paling dingin. Keramaian di setiap sudutnya, di kota itu,…

Kliwon Brengsek

“Kliwon? Ngapain kamu di sini?” Kataku kaget, ketika tidak sengaja bertemu dengannya di sebuah kafe yang berada di pinggir jalan di desa kawasan pegunungan berkilo-kilo meter jauhnya dari kota Temanggung. “Ngopi lah… sesekali cari udara segar di luar!” Biasanya aku dan Kliwon bersama-sama dengan Kang Paidi dan Kang Paijo sering menghabiskan waktu di brak di…