Melankoli Cinta Segitiga

Aku tak pernah melihat seseorang dengan raut muka yang lebih sedih dari seorang yang kutemui di suatu senja, di salah satu gerbong kereta api, dalam sebuah perjalanan antara Malang-Jogja. Perempuan yang kutemukan duduk menghadap diriku di sisi jendela itu terlihat begitu pucat dengan sinar mata yang redup. Aku tak ingat di mana perempuan yang berpakaian…

Naomi, Oh Naomi

“Biarkanlah terik mentari membuat kering berdua hati kita,” Rodrigo menatap wajah Naomi begitu lekat. Namun, Naomi membuang muka. Matanya tertuju pada barisan bukit di sisi utara kota. Ingatannya tertuju pada Jay, seorang pria yang telah ia kenal sejak Sekolah Dasar. “Di mana dia sekarang?” Naomi bertanya-tanya dalam hati. “Naomi…” panggil Rodrigo lirih. “Suatu hari tetesan…

Mereka Sangat Tersiksa

Seberapa sering kita lupa berdo’a sebelum kita makan? Padahal setan-setan itu sungguh sangat tersiksa melihat kita makan dengan penuh rasa syukur. Begitu tersiksanya setan-setan itu, bila digambarkan, bagaikan punggungnya terbakar dan merasakan sakit luar biasa. Begitu tersiksanya setan-setan itu sehingga tak berhenti menghalang-halangi kita agar kita lupa berdo’a sebelum makan. Setan-setan itu begitu gigih menghalang-halangi…

Sebuah Prosa: Tentang Senja

Senja yang sama adalah luka yang sama. Luka yang tak pernah mampu ku tepiskan sejak mentari, yang kita tatap bersama-sama di awal musim panas, itu telah merapatkan dirinya ke dalam pelukan sang malam. Luka yang sama yang telah membuatku lupa akan keindahan cinta yang tak berlogika. Dan sejak hangatnya mentari dari cinta kita telah engkau…

Bahasa Kesunyian

Dingin dan gelap; dingin yang meraba-raba indera perasa dan gelap yang menghalangi kedua mata. Dingin menyerang sekujur tubuhku; gelap tidak hanya membutakan penglihatan tetapi juga perasaan; kepekaan mata hatiku. Sekujur tubuhku yang membeku mematikan tidak hanya simpul-simpul kesadaran, tetapi juga akalku. Aku mati; I think I’m going insane—aku pikir aku akan gila; mataku tak dapat…

Senandung Di Tengah Badai

Di bawah derai hujan, di tengah sulitnya udara untuk bernafas karena beban oleh liku-liku kehidupan, Rahman bersimpuh di atas kaki-kakinya yang lelah. Matanya yang dulu berbinar seelok fajar tampak sayu memandangi langit yang kian kelabu. Hatinya yang dulu tabah kini goyah seperti hilang arah. Karena cinta hasratnya dulu begitu bergelora dan jiwanya pun penuh cahaya….

Sebuah Prosa: Perihal Kabarku

Jalan-jalan telah begitu sepi. Tempat-tempat yang dulu sering kudatangi bagaikan telah menjadi kota mati. Blok-blok toko tempat menjajakan berbagai onderdil bekas telah kosong. Pintu-pintunya telah bolong. Di banyak tempat hanya tinggal kusen-kusennya saja. Dinding-dinding penuh dengan bekas tempelan-tempelan kertas yang terkelupas. Tembok-temboknya telah memucat, warnanya memudar termakan usia; rapuh oleh panas matahari dan hujan. Atap-atap…

Ingin Kuistirahatkan Diriku

Istirahatkan dirimu dari kesibukan mengurusi duniamu. Urusan yang telah diatur Allah tak perlu kausibuk ikut campur. —Ibnu Atha`illah al-Iskandari— Keletihan dan penderitaan lebih sering kualami ketika aku merencanakan berbagai hal bagi diriku sendiri lewat keinginan-keinginan yang ambisius. Keinginan-keinginan yang tak kupahami asal-muasalnya, sebab sedemikian halus, apakah itu dari nafsuku ataukah ruhku? Tak jarang aku terjebak…

Seperti Gadis Remaja

Ku lihat senyum ratusan kali setiap hari Tak kurang bahagia ku melihatnya Tetapi kenapa berbeda jika yang tersenyum Adalah kamu Tiga belas tahun telah berlalu Sejak senyum yang tak biasa Yang kumaksudkan untukmu dan menjadi berarti Dan kau tahu, lalu kau tersipu Tapi kamu dan aku adalah anak sekolah Mendengarkan selalu nasehat orang tua, kiai…

Terkalahkan

Ladang dari sawah padi yang luas, tampak menghitam kini di hari yang senyap, di pagi hari yang buta. Daun-daun nan gelap itu bergoyang-goyang tertimpa hujan yang datang bertubi-tubi—seperti dirimu kasih—selalu hadir membawa rindu. Dan seperti hujan itu pula, rindunya, mengendap indah di dasar hati, genangi ladang (cinta) itu. Segelas besar lemon tea panas melegakan tenggorokanku…